Thrash metal, sebuah genre yang sempat ramai lagi di tahun 2008an, seiring dengan album-album Municipal Waste yang meracuni metalhead dan hardcore kids lokal. Sedikit membelokkan style musik band-band thrascore/fast hardcore kala itu. Dan juga membuat beberapa metalhead membuat proyekan thrash metal.
Bukan sebuah hal yang buruk, karena memang thrash metal itu asik. Mosh, headbang, circle pit, berpeluh keringat. Nikmat mana lagi yang engkau dustakan? Musik intens yang membuat semua orang tidak bisa sekedar berdiam diri dan mematung.

Sukabumi mengirimkan delegasinya di area mosh pit yang semakin memanas. Scaremonger, melabeli dirinya sebagai pengusung thrash punk. Pencampuran thrash metal yang gila gilaan dengan balutan beat punk yang enerjik. Shredding gitar cepat, lead yang kental nuansa heavy metal, bass dan drum yang menderu menguasai bottom line. Serta dua karakter vocal, scream dan growl dari duo vocalist, Tiffany dan Fikka. Sedap.

Kover album keren yang menggambarkan liarnya crowd mereka saat tampil live. Dengan tone warna dan style artwork yang mengingatkan kita pada karya Ed Repka pada beberapa album thrash metal klasik di era 80an. Siapkan vest, spikes, studs, skinny jeans dan high top sport shoes kalian. Mari meliar bersama Scaremonger.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here