Pernah baca kalimat promo seperti “Female fronted hardcore band”, atau “All girl playing grindcore” dan slogan-slogan promo yang menjadikan cewek sebagai salah satu komoditi jualannya? biar rilisannya laku, biar ada yg penasaran, dll. Nah, syukurlah saya belum menemukan kalimat seperti itu pada promo album GOADS – Jadikan Aku Ancaman.

Saya lebih tertarik menilai dari apa yang mereka mainkan. Aransemen, karakter musik, kekuatan lirik, dll. Daripada melihat bahwa ada sosok cewek pada sebuah band dan bla bla bla lainnya. Meskipun GOADS adalah band grindcore yang digawangi oleh dua orang cewek, tapi mari kita kesampingkan itu terlebih dahulu.

Grindcore tanpa kompromi, ketukan rapat, sound gitar yang tajam dengan sentuhan hardcore punk yang kental. Karakter vokal cukup jelas melafalkan liriknya dan tentunya bertenaga. Sepintas saya kebayang karakter vocal Candace Kucsulain, Walls Of Jericho. Nampaknya mbak vocalistnya bakalan cocok juga untuk jadi vocalist band Hardcore.

Secara keseluruhan, 7 tracks dengan kualitas rekaman yang cukup bagus, tapi nampaknya masih belum cukup untuk memuaskan dahaga saya akan grindcore ngebut dengan aroma blasting sana sini. Struktur lagu cukup mudah ditebak dan sedikit monoton. Satu sampai dua kali dengar akan membuat kalian manggut-manggut tapi setelahnya, sedikit membuat kalian mati gaya. Saya anggap album Jadikan Aku Ancaman adalah sebuah appetizer. Yang pasti, hidangan utama dari GOADS adalah sebuah penantian dan pembuktian.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here