Dalam kurun waktu gelombang pertama black metal di Indonesia dan gelombang kedua perkembangan scene ini, terdapat beberapa album yang bisa dijadikan acuan sebagai barometer kekuatan scene black metal Indonesia.

Beberapa dari album di bawah ini pernah mengharumkan scene black metal Indonesia di kancah internasional. Obyektivitas dan penilaian album ini bisa dipertanggungjawabkan, karena dinilai berdasarkan murni hasil karya yang ada dan pengaruh pada perkembangan scene musik.

10 album black metal Indonesia terbaik ini bisa berubah sesuai dengan perkembangan
masa. Apakah nanti di tahun-tahun mendatang scene black metal Indonesia bisa menghasilkan sesuatu yang lebih baik?

VALLENDUSK “Black Clouds Gathering”
Tak terbantahkan bahwa Vallendusk adalah band dengan karya terbaik bila diukur dari rentan waktu 20 tahun sejak rilisnya Spirit of Merapi Forest milik Mystis. Vallendusk berhasil keluar dari bayangbayang intrik di scene black metal lokal dan menghasilkan karya yang sangat dingin di Black Clouds Gathering. Komposisi musik digabung dengan konsep lirik yang sangat kuat menjadikan Black Clouds Gathering layak menjadi no.1, the best Indonesian black metal album so far. Anda tidak bisa melewatkan dinginnya karakter Fragments of Light sampai Land of The Lurking Twilight yang dengan sekali waktu Anda
mendengarkannya, Anda bisa bilang “nah ini dia”.

NEUROTIC OF GODS “ The Night Domination”
Di era 1990-an dan di awal era 2000-an, sound dan komposisi musik black metal di Indonesia terdengar sangat monoton, kering dan tanpa ada eksplorasi. Neurotic of Gods muncul dan mendobrak itu semua dengan karya yang cukup megah, The Night Domination. Kami mendapatkan kaset Neurotic of Gods waktu itu dan semula kami menganggap band ini adalah band asing, karena semuanya tampak terdengar sangat asing, karakter sound, lirik, vokal dan komposisi seperti band asing. Band yang terdengar sangat ter-influence oleh Dark Funeral,Setherial dan bahkan Emperor ini konon kini tengah menyiapkan agresi berikutnya. Oh iya di dalam album The Night Domination ini, Neurotic of Gods meng-cover satu lagu milik Sodom dengan sangat rapi, Tired and Red.

NOSFERATU “Empire of Vampire”
Distorsi kefanatikan terhadap kehidupan sang malam dan direpresentasikan terhadap musik black metal dengan kearifan lokal, jadilah sang Nosferatu, vampir haus darah yang bertahta di kerajaan nan kelam. Itulah yang bisa didengar lewat karya band Nosferatu ini yang dirilis justru di tengah-tengah gempuran karya band death metal yang cukup menggila.  Sehingga gaung karya mereka kadang terkikis dengan “musim” genre lain. Tapi hal ini tidak mengubah sebuah karya yang baik, karya yang baik tetaplah karya yang baik dan anda bisa menyimak lagu Holy Black Soul, In The Name of Blood atau Pesona Dosa yang menjadi highlight di album ini.

EXHUMATION “Hymn to Your God”
Hymn to Your God merupakan salah satu bentuk karya terbaik dari scene black metal Idnonesia, banyak yang merekomendasikan band ini sebagai band death metal, tapi kami lebih cenderung memasukkan band ini ke ranah black metal, karena dari lirik yang kelam, attitude dan tendensi personelnya yang sangat rescpek pada scene black metal. Sehingga band ini langsung mendapat perhatian dari label Jerman, Dunkelheit Production. Lagu The Apotheosis, Omnipotent dan Dominion merupakan highlight di album ini. Bila anda fans dari Kataklysm, Ex Deo, Morbid Angel, Vader dan lainnya tentu akan suka dengan Exhumation dan menasbihkan bahwa ini adalah black metal rasa baru yang jarang
ditemui di scene musik nusantara.

BVRTAN “Savvah Penderitaan”
Band unik asal Kampong Sukatani, Cimanggis, Depok ini memang salah satu band terbaik nusantara di scene black metal. Dengan lirik cerdas yang kadang ditulis satir dituliskan dan disuarakan oleh Pak Kades dibuat sangat membumi membuat lagu-lagu di album ini mudah diingat dan dinikmati. Simak misalnya lagu dengan judul Koperasi Kegelapan yang Memonopoli Ekonomi Pedesaan, Harga Pupuk Penyayat Jiwa, atau Cvrahan Hati Gondrorvwo tentang Kemudahan HpH. Lirik-lirik yang membumi dengan komposisi sound, dan musik yang sangat “nekrosound” mengingatkan sound yang dipilih oleh band-band Norwegia di awal tahun 90-an.

WARKVLT “Merdeka”
Tema patriotisme, perjuangan dan perang kemerdekaan adalah tema yang absurd di
scene black metal, tapi tema ini menjadi lebih hidup ketika menjadi sebuah tema penuh di
satu album. Di saat Indonesia carut marut oleh banyaknya perbedaan yang dikedepankan
untuk memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa. Lagu-lagu di album merdeka bisa menjadi jawaban akan hal ini. Banyak yang menyarankan lagu di album Merdeka menjadi lagu wajib baru yang menyuarakan nasionalisme dan kebangsaan. Sebuah penggabungan yang baik dengan komposisi musik ala black/thrash metal. Lagu Maju, Serbu, Serang dan Hancurkan menjadi lagu anthems baru dan ketika lagu Rajam “Ratakan dengan Tanah” dikemas ulang dengan lebih baik, menjadi lebih hidup dan lebih bertenaga mewakili sub genre baru “Nusantara War Metal”.

RUSUAH “In the Void”
Rusuah merupakan salah satu pionir dari DSBM di Indonesia dan dialbum ini komposisi  musik DSBM yang menyengat dan seakan menggiring pendengar ke pintu bunuh diri semakin nyata terdengar. Pesan-pesan ajakan untuk ke arah keputusasaan lebih jelas
terdengar lewat ayat-ayat kematian yang dihidangkan. Album yang bersentuhan dengan kegilaan, romansa dengan kematian dan bila anda mau bunuh diri, album In The Void ini adalah salah satu pengantar kematian yang tepat!!!

DRY “Titian Ujung Raga”
Album yang menjadi salah satu barometer pergerakan musik black metal di bumi timur Pulau Jawa dan menjadi memberikan pengaruh bagi perkembangan musik black metal bertempo cepat di nusantara. Dry berhasil mengembangkan konsep black metal dengan pengaruh kuat Swedish Black Metal di album ini. Notasi yang mirip dengan Marduk digabung dengan riff gitar ala Naglflar membuat lagu-lagu seperti Tabir Kegelapan, Titian Ujung Raga dan Kuasa Langit menjadi lagu-lagu yang terdengar mudah diapresiasi dan didengar dari album ini.

RITUAL ORCHESTRA “Seeking Immortal”
Grim, khold and unmerciful, itulah tiga kata yang cocok untuk menunjukkan kejamnya album ini. Album yang bisa dikategorikan sebagai legenda scene black metal tanah air merupakan album black metal terbaik di jamannya. Band di pertengahan tahun 90-an masih menonjolkan kvlt, evil dan lirik yang cheesy, tapi Ritual orchestra lewat lagu-lagu di
album ini berusaha menunjukkan sesuatu yang lain dan lebih to the point walau banyak penulisan lirik yang kurang tepat . Tiga ksatria black metal asal Kota Apel, Malang ini memang secara baik bisa merepresentasikan konsep, dan makna musik black metal yang pas di eranya. Bila Seeking Immortal dirilis di tahun 2005 atau 2015, album ini tidak akan spesial. Album ini dibuat di tahun 1996–1997 dan dirilis pada 1998.

SANTET “Babad Kultus Sihir”
Babad Kultus Sihir merupakan album terbaik dari Santet dengan mengedepankan konsep Javanese Black Metal yang kental di dalamnya. Album ini mungkin kalau disandingkan dengan Titisan Embun Pagi milik Soulsick merupakan dua album yang menjadi acuan dari scene black metal nusantara yang bertemakan Javanese Black Metal dengan kultus yang agak tradisional. Band-band nusantara yang berbasis ritual dan pocongan banyak mengidolakan dan terinspirasi oleh Santet, terutama oleh album Babad Kultus Sihir ini. Dan
memang komposisi yang mereka tawarkan  merupakan puncak keemasan Santet dan
bisa dikatakan the best of album Santet selama belasan tahun malang melintang di kancah musik nusantara. ***

 

sumber: GERILYA MAGAZINE #13/2015

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here