DUNIA pembajakan di Indonesia sudah tidak dapat dipisahkan lagi dari masyarakat dan menyatu seperti kacang dengan kulitnya. Apa sih yang tidak dibajak di Indonesia ? Mulai dari barang yang terlihat jelas didepan mata seperti peralatan dan perlengkapan rumah tangga sampai pada perlengkapan terkecil seperti software komputer pun dibajak disini, bahkan pemikiran dan kebijakan pemerintahan kita pun sudah tidak ada yang orisinil lagi alias bajak. Dengan mudahnya kita dapat memperoleh barang-barang tersebut dengan harga yang jauh lebih murah dari barang aslinya. Di dalam dunia Underground masalah pembajakan tersebut tidak dapat terelakan lagi. Saat ini hampir semua barang-barang seperti kaset, CD, VCD, dan baju bajakan dapat mudah kita dapatkan.

Alasannya klasik banget, karena dengan adanya krisis moneter maka nilai tukar rupiah melemah terhadap US, harga barang-barang impor yang berkaitan dengan dollar pun melonjak tajam harganya. Hal ini mengakibatkan sulitnya mendapatkan merchandise metal underground disini, selain mencari langsung label/distronya diluar. Kalo pun disini ada, harganya pun melonjak tajam.

Tidak ada yang tahu secara detailnya kapan dimulai pembajakan barang-barang metal Underground disini, Kita juga tidak tahu siapa yang harus disalahkan dalam hal ini. Barang-barang bajakan ini bagi sebagian orang sangat berguna sekali, terutama bagi yang keadaan financialnya cukup-cukup saja. Dengan adanya barang bajakan mereka dapat terus mengikuti perkembangan musik dari band favoritnya dengan hanya mengeluarkan uang Rp.12.000 – Rp.15.000 untuk satu keping kaset, dibandingkan jika harus membeli CDnya seharga Rp.80.000-Rp.150.000. Tapi bagaimana dengan nasib band-band yang dibajaknya ? sepeserpun mereka tidak mendapatkan keuntungan. Para pembajak tersebut terus menerus menghisap keuntungan tanpa memikirkan bagaimana sulitnya membuat lagu, mengaransemen, dan membuat lirik. Sudah pasti keuntungan yang dihasilkan para pembajak dari pembajakan tersebut adalah 100%.

Tapi kita juga harus berfikir dewasa dong, jangan hanya menyalahkan para pembajak tersebut. Bagaimanapun tidak mungkin ada penawaran kalau tidak ada permintaan, begitulah bunyi hukum ekonominya. Kalo barang bajakan tersebut tidak diminati oleh para penikmati musik ini, tidak mungkin ada pembajakan sampai sebesar seperti sekarang ini. Dan sepertinya sebagian dari para pecinta musik ini sangat antusias sekali dengan adanya barang-barang bajakan tersebut, karena sekarang hasilnya sudah sangat profesional. Kalo kita jual ke negara lain, mungkin mereka tidak akan tahu kalau yang kita jual itu adalah barang bajakan.

Tapi menurut gue pribadi (dan beberapa orang teman yang idealis) pembajakan ini harus secepatnya dihapuskan dari kancah musik metal Underground Indonesia, karena dengan adanya barang-barang bajakan tersebut, penjualan kaset dari band-band lokal sangat menurun sekali. Dan gue yakin banget, kalau pembajakan ini akan menghambat ruang gerak peredaran kaset dari band-band lokal di Indonesia. Sebelum hal itu terjadi, maka kita himbau kepada para pembajak untuk berhenti melakukan pembajakan tersebut, kalau nggak awas ya!