GerilyaMagazine.com – “Ini kapan yah bisa lihat RATM live terus reuni lagi di sini? Yang lain sudah pada absen tour di sini,” gumam seorang pemuda yang tak lagi muda tetapi mempunyai semangat muda hingga akhir nanti menantikan kapan musisi Rage Against The Machine (RATM) bisa tampil di Indonesia.

Jika dahulu kita hanya mengandai-andaikan para musisi pionir favorit kita bisa tampil di depan mata, saat ini atau circa beberapa tahun ini hal itu bukan menjadi majas pengandaian lagi, tapi sudah menjadi majas kenyataan.

Ya, Indonesia kini menjadi tempat tujuan tur beberapa band mancanegara. Dari semua genre musik sepertinya sudah pernah mampir ke Indonesia. Dan untuk hal tersebut mudah untuk mendapatkan informasinya, bahkan terlalu mudah karena semua media dihajar oleh berita dan informasi tentang Live Show sebuah band luar negeri yang mampir ke negeri ini. Pagar dinding jalanan, ruang kosong di halte, tiang listrik, sekolah, jalanan apalagi di media sosial internet kita dengan mudah mendapatkan informasi tersebut.

Dari beberapa musisi yang hadir di Indonesia ini merupakan barisan influence, referensi bermusik dan panutan bergaya para musisi tanah air sehingga kedatangan mereka ini merupakan anugerah dan juga klarifikasi. Anugerah karena bisa melihat aksi panggung musisi favorit tersebut dan klarifikasi apakah skill dan aksi panggung mereka sama atau tidak dengan seperti yang didengar atau dilihat pada media-media pita kaset atau cakram CD/DVD album mereka.

Pada ranah metal, dahulu kala menonton Sepultura, Metallica, Megadeth, Napalm Death, Suffocation atau bahkan Iron Maiden yang kemarin beraksi masih merupakan pengandaian. Tapi kini ketika semuanya memang sudah siap, akhirnya dapat terwujud. Siap tentunya dari sisi finansial, EO (Event Organizer/penyelenggara) yang siap berkorban, situasi dan kondisi bangsa dan juga kuantitas penonton yang fanatis sehingga semuanya bisa terwujud jadi sebuah konser.

Akhirnya moment seperti ini setidaknya membuat kita belajar untuk menjadi penonton yang baik, musisi yang hebat dan EO yang terlatih dan profesional.

Penonton

Dari sisi penonton kita sudah mulai membeli tiket dengan bijak, setidaknya jika memang tiket mahal, kita dapat menabung terlebih dahulu jauh-jauh hari. Karena event akan diumumkan biasanya sampai tiga bulan sebelumnya. Selain itu membeli tiket pada tempat seharusnya (ticket box) tentu akan sangat membantu semua orang yang terlibat dalam sebuah event konser tersebut.

Dalam venue juga kita dapat turut menjadi penonton yang dewasa dan bertanggung jawab. Artinya kenyamanan dalam suatu konser adalah milik bersama, sama-sama menjaga hal tersebut. Ketika kondisi tidak nyaman, efek bola salju akan menggelinding ke event konser berikutnya. Tentu cerita tentang event-event konser yang berakhir dengan kesedihan dapat kita jadikan pelajaran sangat berharga.

Musisi Cadas dan Hebat

Karena sudah pasti band yang melakukan konser merupakan band yang menjadi influence kita, sebagai musisi cadas kita dapat belajar banyak dari kedatangan mereka di sini. Bagaimana mereka mengelola manajemen band, merchandising, event dan tata laksana lainnya. Tentu yang paling kelihatan jelas adalah bagaimana mereka tampil live, langsung di hadapan kita dari skill setiap personel dan aksi panggungnya.

Dari hasil belajar disana, kita sekali lagi kita jika memang serius menjadi musisi atau katakanlah siap berkorban dalam jalur musik ini tentunya akan terus berpacu meningkatkan skill bermusik dan management band. Semuanya dibenahi. Sehingga band kita bisa juga menjadi band pembuka konser-konser mereka. Sambil terus berharap juga makin banyak musisi-musisi cadas kita yang bisa bermain di event-event di luar negeri juga.

Event Organizer Handal

Nah ini dia yang merupakan mediator antara kenyataan dan harapan kita. Tentu dari impian-impian lah konser live band-band luar negeri dapat terwujud di sini. Akhirnya individu-individu yang berani ini yang rela berkorban dengan passion menghadirkan mereka di sini. Konfirmasi, negosiasi, persuasi, koordinasi dan sisi lainnya yang dilakukan untuk mewujudkannya.

Tentu ada aspek ekonomis juga yang dihasilkan sehingga jika memang kita ingin menjadi EO yang profesional kata kunci belajar dan terus belajar menjadi teman baik. Yang dipertaruhkan adalah nama baik, reputasi dan harga diri tentunya.

Akhirnya dari penonton yang juga mempunyai band yang hebat dapat pula mengasah kemampuannya menjadi EO profesional tentunya. Semuanya adalah pilihan, yang pasti konser-konser bermutu lainnya ditunggu !

Dahaga terpuaskan akhirnya – emancipate yourself from mental slavery

ceceys.com

 

Gerilya Magazine #9//2011

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here