Pada era 1990-an, lahir cukup banyak label indie yang menggarap band ekstrem metal dan juga band Underground. Namun, seiring berjalannya waktu, tidak sedikit dari mereka yang gulung tikar dan mampu bertahan hingga sekarang.
Stillborn Sounds Records, merupakan satu dari sekian label indie yang masih hidup hingga saat ini. Label yang dibidani Kelly tersebut memiliki banyak dinamika dalam perjalanannya, bahkan sempat mati suri. Ingin tahu kondisi terkini dan kisah perjalanan Stillborn Sounds Records, yuk langsung kita simak interviu Gerilya Magazine (GM) dengan Om Kelly, sang pejuang indie metal…
Halo Om Kelly aka si Pejuang Indie Metal, apa kabarnyo di sana? Oke, bisa diceritakan ke pemirsa dan pembaca Gerilya Magazine (GM) semua, bagaimana ceritanya Stillborn Sounds (SS) ini ada? Tahun berdirinya kapan dan siapa saja sih men behind the label-nya ?
Alhamdulilah GM. Awalnya Stillborn Sounds ini gak terlalu panjang kok haha, saya suka heavy metal dari SD (Sekolah Dasar), makin tambah umur makin tambah dosis heavy metal-nya, akhirnya mentok di ekstrem metal. Di jaman SMA, saya iseng iseng korespondensi surat menyurat ke seluruh dunia, belajar belanja dikit-dikit via mail order record label, kenal trading community internasional atau komunitas tukaran entah kaset, CD, dan kaos ke seluruh penjuru dunia. Dari kegiatan-kegiatan ini saya makin iseng jualan dikit-dikit pernak-pernik metal impor di antara teman-teman dekat dulu. The rest is history, semua kegiatan ini bermuara di Stillborn Sounds yang intinya jadi pedagang metal sajalah hahaha.
Stillborn Sounds dimulai tahun 2001 dengan Beheaded album Resurgence Of Oblivion sebagai rilisan pertama. Cuma ada saya di belakang semua ini GM 😉

Apakah SS masih ada hubungannya dengan label klasik lawas Jakarta: Dementia Records?
Yang pasti tidak pernah terjadi hubungan intim hahaha. Oke, fase kehidupan saya di Dementia Records adalah momentum inspirasi dan motivator bagi Stillborn Sounds.

Sejauh ini bisa diceritakan sudah berapa rilisan yang SS keluarkan dan atas dasar apa bisa bekerjasama dengan band tersebut?
Saat ini Stillborn Sounds dalam progress menuju rilisan fisiknya yang ke-20. Atas dasar apa kerjasama?? saya rasa atas dasar suka sama suka dan terjadilah!!!

Setau kami dulu SS awal mula masih dengan format rilis ulang beberapa rilisan dari band luar negeri dalam format kaset ya? Bisa diceritakan bagaimana bisa bekerjasama dengan pola tersebut? Enjoy-kah atau ada pengalaman menarik yang bisa dibagi ke pembaca Gerilya Magazine ini?
Waktu Stillborn Sounds baru terbentuk salah satu pemicunya adalah atas keprihatinan saya kepada fenomena kaset bajakan di era tersebut. Iya, di awal memang saya khususkan hanya merilis ulang dengan metode lisensi ke beberapa album fisik band internasional.
Tiap rilisan Stillborn Sounds kala itu masing masing memiliki pengalaman menarik, salah satunya ada member band yang albumnya saya lisensi memberi saya uang, dia selipkan USD200 untuk membantu saya merilis album bandnya. Saya sempat juga merilis album fisik band melodik punk rock dari Canada, The Getaway, yang saat ini sudah bubar pas saya lagi gandrung-gandrungnya melodic punk juga hahaha

Masa vakum SS dari terakhir sampai kembali aktif berapa lama ya? Kenapa akhirnya memilih melanjutkan perjuangan SS kembali?
Stillborn Sounds memiliki 2 chapter perjalanan, 2001 s.d 2003 saya merilis 16 rekaman fisik dalam format kaset pita. Pertengahan 2004 Stillborn Sounds vakum, mungkin karena masih euforia saat memasuki chapter kehidupan lain yang lebih lebay, getting married!!! Dengan sejuta rencana, saya lupakan Stillborn Sounds.
Walaupun tidak menjalani aktivitas indie label tapi jiwa kolektor metal saya gak pernah surut sepertinya malah makin menjadi jadi sampai saya berada di kondisi kolektor adiktif, bisa pusing dan panas dingin kalau gak beli CD (cakram padat) metal. Saya aktif di beberapa forum metal dunia, dan terus tenggelam dalam ajang tukar guling internasional. Sama seperti pengguna narkoba, fase awal drug user terus naik jadi fase drug dealer hahaa, ketagihan saya harus saya imbangi dengan jualan CD metal juga biar agak imbang gitu pemasukan dan pengeluaran, nah di 2009 saya jualan di media sosial.
Di suatu sore di awal 2013 saya ngobrol di pinggir jalan dengan drummernya Dramatic Violent Ipoy Pit Gear. Waktu itu beliau yang kebetulan drummernya Bangsat (kult grind act-RIP) menembak saya dengan pertanyaan «Kell lo gak mau ngelabel lagi? daripada jualan CD doang mending balik produksi lagi kaya dulu», dan cucok kali momennya Bangsat baru saja bubar dan menyisakan beberapa unreleased track yang saya pikir boleh juga untuk dirilis walaupun pada akhirnya hal tersebut berakhir hanya
sebagai wacana saja.
19 Desember 2013, Proletar «From Mindless Syndrome To The Eternal Decay» saya rilis. Band Lokal pertama yang saya produksi, sebuah proyek DIY label yang sangat saya gembirai dan membahagiakan 🙂

Era baru SS ini sudah berapa album band yang dihasilkan? Sejauh ini band mana yang paling asyik diajak bekerjasama?
Proletar, Cemetery dan Dramatic Violent. Saya rasa saya menyesuaikan dan beradaptasi dengan bandnya sehingga hal ini akan menciptakan suasana yang berbeda-beda juga dalam bekerjasama dengan tiga band ini.
Band adalah kumpulan individu yang tentunya kumpulan plus-minus beberapa individu jadi saling mengisi dan saling mengerti sajalah kalau menurut saya ya, lah wong labelnya juga banyak minusnya kok.

Apakah ada standar atau patokan yang diberlakukan untuk bisa bergabung dalam bendera SS ini?
Saya sering dapat pertanyaan ini dan tiap kali ditanya saya bingung juga karena sampai saat ini saya belum kepikiran seperti apa standar yang harus saya buat?? Dari Proletar sampai ke Dramatic Violent menurut saya adalah learning process. Saat ini saya rasa let it flow method sudah cukup, semoga seiiring sejalan kemampuan finansial membaik dan berkembang sehingga bisa membesarkan kegiatan ini. Nah di situ bolehlah saya mulai memikirkan standarisasi bagi Stillborn Sounds.

Untuk saat ini biasanya bagaimana pola kerjasama dengan band yang (albumnya) dirilis?
Di pertanyaan keenam tadi sudah sedikit saya singgung, saya rasa tiap band berbeda dalam penanganannya, jadi pola kerjasamanya pun berbeda antar tiap band.

Untuk Dramatic Violent ini kami kira saat ini bisa dibilang punya total budget produksi yang lumayan besar. Apalagi mixing dan mastering di negeri Paman Sam. Apakah ada tujuan dan misi yang dimiliki dari SS untuk hal ini?
Saya liat Dramatic Violent sangat berpotensi, mereka memiliki konsep kuat, mereka sangat detail dengan apa yang mereka mau buat dalam musiknya, dan mereka tidak seperti kebanyakan band ekstrem metal yang ada di Indonesia, death metal mereka unik, paling gak harus mengernyit dahi di saat pertama mendengar musik mereka, minimal 13 kali spin CD mereka baru bisa menikmati musiknya dalam-dalam.
Di satu sisi mereka band tua dengan miskin jam terbang, miskin dengan diskografi fisik sebagai bagian CV band, akhirnya saya berpikir saya harus memberikan “program percepatan” untuk Dramatic Violent agar publik cepat ngeh atas eksistensi mereka. Dengan kemampuan maksimal saya bantu arahkan mereka, ide mengenai recording dan penggarapan di luar negeri saya lontarkan toh saya liat mereka memiliki konsep kuat yang saya yakin apabila digarap maksimal akan menghasilkan output yang sangat bagus. Akhirnya gak begitu meleset dari harapan saya, Dramatic Violent adalah the strongest project i have done so far in producing physical music for few generations ahead to remember!!
Di awal saya sudah menyebut learning process, dalam penggarapan Dramatic Violent saya sampai di poin di mana saya menyadari banyak keterbatasan dalam menjalani indie record label. Keterbatasan finansial dan serta perubahan jaman era fisik musik ke era digital musik memberikan saya beberapa kesimpulan:
a. Cukup membesarkan satu band saja
b. Push mereka semaksimal mungkin
c. Ikut serta menjaga konsistensi bermusik tiap personelnya sehingga paling gak dua tahun sekali rilis album, sehingga benang merah musik tidak lari melenceng dan tiap album tidak gado-gado nuansa albumnya.

Tolak ukur kuping saya, Suffocation dari album pertama sampai album ketujuh yang tetap bisa kita dengarkan benang merahnya kait mengkait dari album ke album.
Poin terakhir di atas saya rasa masih sangat jarang dimiliki oleh satupun band ekstrem metal di Indonesia, masalah klasik line-up problem dan inkonsistensi membuat banyak band limbung, ketika kembali lagi dengan album baru, jeda sudah terlalu panjang, publik sudah nyaris lupa, sekalipun publik masih mengingat mereka publik sudah terlanjur dengan ekspektasi nostalgia di album lama.

Apa rencana ke depannya untuk SS ini ?
Yang pasti akan terus merilis fisik musik, salah satunya Stillborn Sounds akan bekerja sama dengan Lvmbvng Angker Record dalam merilis discography Indonesian Agrikultural Kvlt Blek Metal band, Bvrtan, dan beberapa produk lainnya yang di mana mungkin lebih ke pemilihan produk fisik musik yang ciamik, menyesuaikan dengan demand pasar… ini pedagang metal pak yang ente interview hahahaha…

Bagaimana SS melihat perkembangan percaturan (scene) indie metal saat ini? Dan juga perkembangan industri indie metal merchandise-nya ada pendapat juga?
Maksudnya perkembangan scene indie metal lokal pak?? Dari tahun ke tahun saya rasa makin baik, di era kehancuran fisik musik dari massif ke kolektor item, Indonesia memiliki fans-fans muda yang cukup fanatik, buktinya CD band lokal per 500 keping dalam setahun bisa ludes habis, namun alangkah baiknya angka 500 itu bisa meningkat jadi 1.000, 1.500, 2.000 and so on.. kan band dan labelnya akan makin sejahtera, more rilisan fisik akan keluar dan makin banyak artefak fisik akan tercipta untuk generasi mendatang.
Metal merchandise saya lihat telah menjadi industri skala menengah di Indonesia saat ini, gak official gak bajakan merajalela hahaha.., semoga keberadaan para merchandise maker dapat membantu menyosialisasikan awareness dalam membeli rilisan fisik.

Oke terimakasih atas waktunya, apakah ada pesan untuk para pembaca Gerilya Magazine ini?
Gerilya magazine adalah salah satu majalah kvlt di scene ekstrem metal Indonesia, dan para pembacanya juga pasti kvlt semua!! Di era jaman pdf format e-zine gini?? great work bang Alamo, bang Gnaju dan Cece!!!
Syukuri kentut dan berak anda!! bisa modar gak boker dan kentut seminggu hahahaha!!!!
www.facebook.com/StillbornSounds13
www.twitter.com/StillbornSounds
www.stillbornsounds.bigcartel.com/

 

sumber: Gerilya Magazine versi cetak edisi #12 Februari 2015

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here