GerilyaMagazine.com – JASAD adalah salah satu band senior yang paling ditunggu-tunggu rilisannya oleh para metalhead di Tanah Air. Setelah beberapa kali terjadi pergantian personel, akhirnya pada 2000 kembali terbentuk formasi tersolidnya, Man (vokal), Ferly (gitar), Yuli (bass) dan Dani (drums).

Interview berikut ini dilakukan oleh koresponden GERILYA di Bandung,Yudi Zeta.

Aslinya sih interview-annya banyak banget bahasa Inggrisnya, mungkin karena si Yudi baru belajar bahasa Inggris dan do’i mau mencoba mengapresiasikan pelajaran yang didapatnya tersebut. Saya sebagai editor menghargai banget usahanya, tapi sesuai dengan konsep majalah ini yang dikhususkan untuk para Undergrounders Metal di Indonesia, beberapa bagian yang berbahasa Inggris terpaksa diartikan ke bahasa Indonesia aja, biar sik asyik dibacanya…oke!!!! (oke deehhhh…).

Langsung aja deh kita bantai nih JASAD…

 

Gerilya Magazine (GM): For the question, sejarah singkat berdirinya JASAD?

Jasad (J): Gue kagak tahu kapan JASAD berdiri, tapi sekitar pertengahan 2000 kemarin JASAD mulai di-reformed dan konsep sudah mulai dibicarakan.

 

GM: Konsep musik JASAD saat ini?

J: Pokoknya kita ingin musik JASAD sekarang bernuansa ‘tegang’ tapi bukan ‘konak’… Intense groovy-grind.

 

GM: Ceritain sedikit tentang pembuatan album “Witness Of Perfect Torture”? At least tell as more!

J: “Witness Of…” persiapannya cukup lama juga berhubung masing-masing personel punya problem yang sama yaitu ‘k*nt*l kontet; dokter bilang sih ‘k*nt*l mini’ jadi sebelum pergi tempur ke studio 41, kita rame-rame mencari dukun yang bisa memperbaiki senjata kita, baru setelah sembuh kita loading 7 materi baru 16 track studio 41 Bandung, mastering di dialog studio, (oopss!!! Mini = Man Ingin Nojos It*l – YZ).

 

GM: Secara keseluruhan dalam album tersebut menceritakan tentang apa?

J: Torture,Gore,and Murder !!

 

GM: Apa ada rencana untuk tur keliling Indonesia dalam rangka promo?

J: Kalo tur keliling kompleks Jati Sari emang ada hehehe kalo ada yang mau ngatur semua biayanya, kita siap kabur dan tempur

 

GM: Saya baca di flyer “JASAD baru akan mengubur JASAD lalu “, maksudnya apa tuh?

J: Konsep kita yang sekarang lebih kena, lebih heavy daripada yang sebelumnya, dan tentu kita “tidak

berwibawa” hehehehe (hiks hiks-YZ)

 

GM: Selain sibuk di band kamu juga punya record label,  ‘Rottrevore’, tapi yang kamu rilis hanya band yang beraliran Brutal death/gore/grind/extreme. Tolong dijelaskan agar para undergrounders maniac disini mengerti?

J: Extreme? Extreme yang gimana sih? kalo label kita memang cuma menerima Brutal death doang, taou ‘Zine kita lebih luas sedikit, yaitu tadi seperti yang elo sebutin ‘ Brutal Death Gore Grind’, alasannya ? Dengan bangga gue bilang ‘Cuma itu konsep yang paling extreme’ !! (acungkan ke-5 jempol kalian untuk mereka.. salut.. –YZ)

 

GM: Sekarang saatnya mengungkap sang vokalis!!! saya kira vokalis JASAD is a little… Bagaimana menurut kamu?

J: Vokalis JASAD yang sekarang emang rada ‘Gelo’, kemarin gue mergokin dia lagi berdua sama Rio (Bloody Gore), gue kaget, jijik plus takut melihat Boss gue lagi elus-elus pen*snya si Man. Gue inget celana Man warna hitam, celananya melorot sampai lutut, posisinya berdiri, Bos gue duduk menikmati halus kasarnya punya si Man…. kalo enggak percaya tanya si Rio atau Man…(wah ternyata bukan basa-basi…-YZ). Kadang-kadang si Man kalo lagi ‘jadi’, suka ngaku-ngaku bernama ‘Jon Bon Jovi’, padahal nama aslinya kan ‘Sukeman’. Dia juga ngaku ke Mbak Wartel punya pabrik minyak, dari dulu cita-citanya pengen jadi Presiden, tapi baru kesampaian Ketua Karang Taruna Jati Sari 1 periode 2000-2004, itu juga enggak lama….kursi tahta dia jatuh gara-gara skandal “ayam dayak”. Ini disebabkan benturan kepala yang keras sewaktu dia naik angkot, garuk-garuk sebentar lalu cengar-cengir sendiri….(loba tingkah vokalis maneh mah Fer…-YZ) Gue merasa prihatin dan merasa kehilangan sobat gue yang paling solider,paling sabar.. dia orang paling mandiri dan punya prinsip yang kuat… (ada juga kelebihannya -YZ)

 

GM: Menurut kamu scene di Indonesia saat ini?

J: Scene di Indonesia makin kompetetitif, kita harus bikin takluk scene-scene di luar sana…(salut buat metalhead lokal -YZ).

 

GM: Selain sibuk di band, masing-masing personelnya JASAD apa ada kesibukan lain? Seperti nyablon…

J: Nyablon, pergi ke pasar dan Chanting do “#gay” itu profesi Man sekaligus hobi, Yuli jadi tukang ojek dan jaga warung, Dani dagang ikan di pasar Uber, sedangkan gue sendiri adalah editor koran Lipstik. (kau dan Man perlu juga kerjasama dong…-YZ)

 

GM: JASAD merupakan salah satu band basic-nya Uber (Ujung Berung kali nih maksudnya,-ed), apa lagi nih info terbaru dari Uber?

J: Paling Uber sekarang lagi kompromi masalah ‘Uber Rebel Compilation Part 2-3’, dua kaset sekaligus berhubung banyaknya band-band berpotensial di Uber. Saking banyaknya gue kagak tahu dan kagak kenal satu per satu.. (yang kamu tahu cuma Casper ya Fer? -YZ)

 

GM: Jika suatu saat para fans JASAD adalah perempuan akan terjadi persaingan dengan fans-nya PADI, apa yang kamu lakukan?

J: Pertama mungkin band gue masuk ‘Guiness Book of Records‘ sudah menjadi satu-satunya band Death Metal Indonesia yang punya banyak fans cewek cakep, kedua markas JASAD pindah ke hutan biar bisa main sama cewek-ceweknya sepuas, sesuka hati. Tapi semua itu enggak mungkin soalnya musik gue bukan buat cewek tapi buat waco killers only!! lagi pula ‘k*nt*l kontet’ kita belum sembuh total 100 persen dan kita benci kata “fans”.

 

GM: Sekarang lagi ramenya bajakan-bajakan yang enggak tanggung-tanggung ngebajak band-band jempolan bule. Dengan adanya hasil bajakan kelas profesional berpengaruh juga pada hasil karya band lokal sekaligus pada label-label lokal pula. Bagaimana menurut kamu?

J: Sebenarnya gue boring (bosan) ngebahas soal bajakan.. (Opppsss..sayang), padahal point ini yang aku inginkan jawabannya untuk para pembajak..jak..jak -YZ)

 

GM: Dan apa rencana dari kamu untuk berGERILYA dalam hal ini?

J: Emang mau perang gue harus bergerilya… lagi pula gue enggak ngerti yang lo maksud…(sesuai dengan nada ‘zine,GERILYA.. -YZ)

 

GM: Seperti biasa, pendapat kamu tentang majalah ini?

J: Cool… tapi kalo bisa interview sama band-bandnya dibanyakin aja, jangan biografi, orang lebih tertarik dengan interview dan jokes ketimbang ‘kapan berdirinya…?’ atau ‘sejarah singkat band’, so gue kasih pendapat kurangin deh bio-nya… kalo orang-orang di Edelweiss-nya sih gue salut!! (oke, saran akan di pertimbangkan, thanks juga atas pujiannya… -YZ)

 

GM: Sebelum saya akhiri, apa ada sesuatu yang mau disampaikan? And any comment for tl. vocalist?

J: Buat orang-orang yang sudah support JASAD,cheers and salut.

 

GM: Oke Fer, Nuhun pisan balasan interviewnya. That’s all, thanks and may the journey of JASAD and Rottrevorecould be smooth as soft as Rio’s tigh!!

J: Sami-Sami.

 

Gerilya Magazine #6/2002

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here