GerilyaMagazine.com | Salah satu band hardcore (HC) Jerman, Wolf Down dijadwalkan manggung di Kota Dumai. Dalam lawatannya ke kota yang terletak di Provinsi Riau tersebut, Wolf Down rencananya akan tampil di atas panggung Gedung Serba Guna pada hari ini, Rabu (20/4/2016).

Pihak penyelenggara, Rittick People Movement (RPM) pun telah menyatakan kesiapannya untuk memfasilitasi serta memberikan dukungan kepada Wolf Down selama berada di Dumai. Penampilan Wolf Down di Dumai ini merupakan bagian dari tur Asia dalam mempromosikan album barunya, Incite & Conspire.

Lantas sudah sejauh manakah persiapan penyelenggara? Dan hal apa saja yang diharapkan dalam event ini? Lalu bagaimana juga perkembangan musik hardcore di kota Dumai. Berikut, wawancara Gerilya Magazine (GM) dengan RPM, yang diwakili oleh Muhammad Syafawi atau Pawiex, beberapa hari yang lalu.

 

GM: Halo mas bro… Acara tanggal 20 April besok siapa ya penyelenggaranya?
RPM: Kami mas, Rittick People Movement.

GM: Persiapannya gimana? Dan kenapa kok tercetus band Wolf Down? Alasan band itu juga bersedia singgah di Dumai atau hal lain, apa ada komentar?
RPM: Persiapannya Insya Allah udah 80 persen mas, mereka kan lagi tour South East Asia untuk album Incite & Conspire, jadi kami termasuk kota yang beruntung bisa dikunjungi mereka. Alasannya mungkin karena kami sudah lumayan sering meng-handle band-band luar mas. Jadi kami RPM berkesempatan mengajak mereka untuk manggung di Dumai.

GM: Awal ceritanya gimana tuh? Terus udah berapa band luar yang pernah singgah di Dumai?
RPM: Awal ceritanya kita dapat info dari beberapa teman mas, biasanya EO dari luar seperti Malaysia ama Singapura kontak kita kalau ada band luar mau tour, jadi teman-teman dari Medan, Pekanbaru dll juga kontak kita soal gimana gimananya. Kalau band luar udah ada tujuh band luar yang sudah singgah ke Dumai mas. Itu belum termasuk yang dari Prancis ama Jerman ini mas.
RPM: EO atau tourbooking dari luar mas.

GM: Anda sebagai apa di Rittick? Berapa orang anggotanya?
RPM: Cemana ya mas, kalau di Rittick tuh sama aja semua mas. Kalau Rittick palingan cuma berlima aja mas.

GM: Anggota inti cuma lima orang, maksudnya? Itu untuk acara besok gedungnya nampung berapa orang? Targetnya berapa penonton?
RPM: Iya mas, lima orang. Gedungnya nampung 1.000 orang, cukup tuh mas, target paling enggak 500 penonton mas, kalau lebih Alhamdulillah

GM: Kalau yang sebelum-sebelumnya itu? Biasanya berapa orang?
RPM: 300 atau 400 orang mas.

GM: Wolf Down ini band HC kan? Ntar rencana mau mainin berapa lagu?
GM: Pergerakan musik HC di Dumai sendiri gimana?
RPM: Iya mas vegan straight edge mereka. Biasanya 10 lagu atau durasi 30 menit mas. Musik HC di Dumai menurutku udah banyak perkembangannya mas, mulai dari satu band yang mainin HC, sekarang rata-rata band Dumai dominasi HC semua mas.

GM: Band-band HC tersebut kemajuannya udah sejauh mana hingga saat ini? Mungkin udah ada yang masuk dalam kompilasi HC tingkat nasional atau internasional… Atau mungkin sudah ada yang pernah tampil ke luar negeri?
RPM: Beberapa band udah mulai menggarap album mereka mas. Kalau untuk kompilasi mungkin baru tingkat Riau aja mas. Ke luar negeri belum ada sih mas, tapi kalau luar Dumai mungkin ada mas…

GM: Yang paling menonjol ada berapa band?
RPM: Ada beberapa mas, seperti Man Attack Bomb, Whateveryousay, Lockhell, Comes with Anger, Final of Destruction, Back to School,
Maddoll dll mas…
RPM: Iya mas, ada lagi sih kayak Rightstep, Oil City Riot

GM: Acara besok ini (14 April) ada band selain HC enggak yang jadi pembukanya?
RPM: Ada mas, band metal core, deathmetal, symphony rock. Oh ya, ada Gerilya, Asterix, The Trotoar juga mas. Band-band lama yang bakalan jadi pembukanya mas…

GM: Genrenya apa?
RPM: Asterix (hardcore), Gerilya (metalcore), The Trotoar (skinheads).

GM: Rencana ke depan gimana? Untuk event-event HC atau metal di Dumai?
GM: Oh ya, geliat pergerakan HC di Dumai mulai tahun berapa ya? Ada sedikit cerita enggak?
RPM: Rencananya ya mudah-mudahan ada event besar lah mas untuk band-band HC maupun metal di Dumai.
RPM: Kalau pergerakan HC dimulai tahun berapa di Dumai, aku belum bisa jawab mas, mau nanya sesepuh dulu. Ntar salah jawab enggak enak juga kan 🙂

GM: Amin…
GM: Oke… Tapi untuk kembali menggeliat itu apa dalam beberapa tahun belakangan ini? Kembali munculnya HC di Dumai itu baru-baru ini atau udah lama?
RPM: Baru-baru ini mas, sekitar tahun 2010/2011. Awal pergerakan HC di Dumai sendiri sudah sejak 1993/1994 mas. Dah sempat putus generasi sih mas…

GM: Ini udah konfirmasi sesepuh blm? 🙂
RPM: Itulah mas, aku pun bingung. Katanya sih tahun 1990-an itu dimulai dari punk. 1993/1994 baru ada beberapa band HC.
RPM: Sampai saat ini masih aktif. Bekas (HC) ama The Trotoar (skinhead) mas…

GM: Oke… Trims ya… Sukses terus buat dulur-dulur di Dumai…
RPM: Ya, sama-sama mas… Sukses juga buat Gerilya Magazine….

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here