Blasphemy Doom Horror Yogyakarta, siapa yang tidak kenal. Sebuah band yang bias membuat bulu kuduk merinding di setiap panggungnya yang sangat sesuai dengan konsepnya, Horror!! itulah Drosophila.

Dibentuk akhir tahun 1997 dengan line up: Jhon Drosophila (vocal), Wisnu Satanizer (drumer), Nanank (bassist), Yudho Chemoz (guitar), Haryo (guitar), Ricka (keyboard) mereka merilis 5 lagu bernuansa Doom Metal yang di kemas dalam album split bersama SANTET band Atmospheric Javanese Black Metal asal Purwokerto dirilis thn 1999 dibawah label Holy Flesh Records. Bahkan kabarnya split album tape ini tertinggi penjualannya dilevel split tape UG local. Ya, Santet dengan Drosophila seperti sudah menjadi pasangan monster. Diikuti oleh tour pulau jawa. Saya sendiri bersama band saya sudah beberapa kali ketemu dalam satu panggung dengan dua monster ini. Dan memang Seraaam. Drosophila juga andil di kompilasi Legion Timur rilisan Musica studio dengan salah satu single nya Jiwa hampa.
Pasca hingar bingarnya split Santet Drosophila di tahun 2005 saya sudah mulai jarang mendengar kiprah sang monster doom horror yogyakarta ini. Info yang beredar di sekitar saya adalah mereka bubar. Saya sempet kontak dengan pionirnya seorang john drosophila di workshop nya yang menyatakan bahwa Drosophila tetap ada dan support untuk mereka dari khalayak metalheads masih membahana.
Tahun 2007 seperti tonggak kebangkitan Drosophila yang hamper tenggelam beriringan dengan redupnya kancah music extreme tanah air dengan masuknya personil baru yang segar Safiq “DEVOURED” (Guitar), Hellarius Erly “NOCTURN PROJECT” (Bass), Topas “DEVOURED” (Drum), Andy “NOCTURN PROJECT” (Keyboard), dan vokal masih tetap pada John Drosophila dan biola oleh Bagus. Mereka merilis Album Mini CD yang diberi title “Frozen In Side” pada tahun 2007, yang berisi 3 lagu plus Intro dan Outro dimana perubahan nuansa pada DROSOPHILA di MCD ini mulai sangat terasa karena perbedaan latar belakang dari setiap personil. Perubahan yang sangat drastis di banding dengan lagu lagu di split tape sebelumnya. Nuansa Gothic mendominasi di album ini. Mengecewakan? Iya bagi pecinta Blasphemy Doom Horror, tetapi tidak bagi penikmat within temptation, After forever dll
4 tahun kemudian sekitar bulan maret 2011, Drosophila merilis 9 Lagu dengan durasi 37 menit, didalamnya terdapat materi perpaduan antara musik ethnic timur tengah dan jawa dengan alunan clean dan sentuhan yang diberi title ‘Blood Tears Of Mother Nation’. Dari judulnya seperti mau mengingatkan akan nasionalisme di suhu politik yang kurang bagus pada saat itu. Juga maraknya terror. Drosophila mencoba tema politik di album ini. Tanggapan bagus mulai di dapat dari pangsa metalheads setelah mini cd frozen inside yang menuai pro kontra akan ke hororan yang sudah melekat di band ini. Doom is back. Tour beberapa kota di jawa dijalani sebagai promo album ini
Kurang dari setahun kembali mereka merilis single album ditahun 2012 “The Fallen of Benevolence” yang berdurasi lebih dari 12 menit dengan kolaborasi musik modern dengan musik tradisional. Sentuhan progressive terasa di beberapa part. Kejeniusan dan keberaniannya membuat lagu berdurasi diluar pakem umumnya sebuah lagu patut di acungin jempol. Di edarkan secara online dan gratis membuat penikmat Drosophila terobati karena itu sebagai bentuk tali komunikasi penghubung antara Drosophila dan para metalheads disamping merchandise resmi tentunya. Disusul dengan promo album di beberapa kota di jawa. Jakarta sempat masuk di jadwal tour mereka, tapi entah kenapa tidak terlaksana. Ditengah tengah tour panggung drosophila, Topaz mengundurkan diri karena kesibukannya dengan keluarga dan digantikan oleh Bono untuk posisi Drum
Info terakhir yang saya dapat, di tahun 2015 ini Drosophila kembali ada perubahan musisi. Keluarnya Andi sang keyboard yang hijrah ke band black metal Soulsick. Kembalinya John Drosophila yang di beberapa event istirahat dari aktivitas musiknya. Dan ditetapkannya Bono sebagai Drummer. Drosophila juga sudah mempersiapkan diri untuk materi selanjutnya. “ konsep akan kembali ke awal drosophila terbentuk, yaitu Blasphemy Doom Horror “ jelas hellarius erly sang bassist. Dan kabarnya salah satu gitaris lama Drosophila juga akan ikut mengisi di beberapa part lagu terbaru mereka.
Suatu kabar bagus buat metalheads yang rindu akan Blasphemy Doom Horror sang lalat penghisap darah DROSOPHILA….stay doom !!
Berikut ini interview kilat Gerilya dengan Hellarius Erly, Bass of Drosophila yang juga owner dari distro Tanpabatas Productions, distro metal berbahaya di Yogya barat

Hallo Erly, apa kabar
Baik dan sehat…semoga begitupula dengan kalian

Sebelumnya kami segenap team GERILYA mengucapkan selamat tahun baru 2015 nih buat Drosophila
Sama-sama bro mari jadikan momen tahun ini untuk berubah ke arah yang lebih baik dan lebih berbahaya

Amiiin…..Oya, Gimana kabar member yang lain?lagi sibuk apa?
Menurut pengamatan saya baik semua dalam keadaaan waras dan tetap berktivitas seperti biasa dan tidak kurang suatu apapun.

Denger-denger ada perombakan personil Drosophila setelah perilisan single the Fallen of Benevolence. bisa di ceritakan?
Bukan perombakan ya kalau saya boleh bilang…semua karena kesibukan yang membuat personil tidak lagi bisa membagi waktu dan lebih memilih berkonsentrasi di pekerjaan seperti halnya topaz (drumer) yang karena pekerjaannya yang menuntut waktu lebih.
Begitupula dengan andy (keyboard) yang pasti mereka tetap memberikan yang terbaik untuk drosophila

Lebih tepatnya karena sulit membagi waktu dan suatu tuntutan, apapun bentuknya itu. tetapi kalian masih saling kontak?
Masih berhubungan baik…. lebih2 topaz (drumer) walaupun tidak aktif tetapi untuk urusan LIVE tetap menyatakan bersedia membantu jika diperlukan. (Topaz adalah eks drummer Devoured era sebelum roy “devo”-red)

Tentang single the fallen of benevolence. single tersebut sepertinya sebuah musik yang bercerita (music concept), apa sih yang mau kalian sampaikan dilagu tersebut.
Secara garis besarnya saja lewat lagu tersebut kami ingin menceritakan tentang kondisi masyarakat yang telah mengalami keterpurukan moral dan tentang maraknya manusia-manusia era sekarang yang berbuat keji/tak bermoral tetapi bertamengkan agama.

Kami juga melihat di lagu tersebut “seperti” terbagi jadi tiga lagu kalau tidak salah, seperti 3 lagu yang dijadikan satu membentuk cerita dalam satu lagu, bisa dijelaskan?
Bukan 3 lagu yang dijadikan satu…tetapi banyak rangkaian nada yang dijadikan satu lagu hahahha (bercanda)…dan untuk cerita secara garis besar sudah saya sebutkan diatas dan untuk single ini memang benar2 kami konsep berdurasi panjang dengan sedikit memilah beberapa part lagu dengan maksud ingin mengajak pendengar ikut menjiwai lagu ini dari awal hingga mencapai klimak dan akhirnya slowdown adem lagi.

Durasinya tidak lazim untuk band UG di scene lokal kita. lebih dari 12menit.gimana untuk -versi format panggungnya?
Nhah itu merupakan tantangan tersendiri dalam setiap live kita… yg pasti harus selalu menjaga energi agar tetap fit hehehe….dan lagu berdurasi panjang tersebut sudah kami pertanggung jawabkan secara live di event sumpyuh mrinding (cilacap)…evolusi metal (gresik)..kulonprogo blackfest (jogja)…dst.

Woow, dan itu secara full sesuai dengan versi studio nya?
Secara full pastinya..hanya saja untuk beberapa instrument yg tidak mungkin kita bawa (violin) kami memakai semacam sampling khusus untuk di stage.

Respect dan salut ke Drosophila. Rencana apa ditahun 2015 ini. full lenght album lagi kah?
Doakan saja…dan itulah yang menjadi target kita selanjutnya :v

Masih tetap di jalur doom?
Saya kasih satu clue saja ya… yang pasti kami tetap berusaha menjaga benang merah tetap terjaga hihhi…

Lhah dia ketawa hehehe… Dengan formasi yang sama?
yup formasi 2015

0kay, Kita balik sebentar ke 4 tahun yang lalu. album “Blood tears mother nation”. kalau boleh tau sudah sesuai target drosophila belum untuk distribusinya?
Untuk album Blood tears.. .respon dari teman2 metalhead bagus terlebih dengan bantuan beberapa distro lokal yang telah membantu drosophila selama ini.untuk target distribusi sangat memuaskan, tau kenapa?
Kenapa mas?
karena target kita adalah mengeluarkan album… dan itu sudah sudah terlaksana, yang lain-lain adalah *****sensor hehehe

Aseeeekkh, Tembus angka berapa nih hehe… rata2 saja kalo kita boleh tau.
Aduuuh kami belum menghitung… yang jelas kami masing-masing personil tinggal memegang 2 keping hehee….dan belum ada rencana re-copyed lagi

Itu bias dikatakan sold out lah kalo masing-masing tinggal pegang 2 keping hahaha. Ada satu lagu yang menarik dan kebetulan saya suka di album tersebut. “walk away”. karena vokalnya sangat beda dengan karakter john drosophila. ceritain dong?
Hnah… khusus di lagu walk away itu sektor vokal di isi oleh safix (gitar) ga ada alasan apa2 sih…cuma sekedar pingin mencoba sesuatu yang berbeda saja…dan satu yang berkesan dari proses pembuatan lagu tersebut adalah sebuah lagu spontan yang kami ciptakan bersama saat sesi rehearsal di studio

Spontan? Its great… okay thanks Mas Erly yang masih nyempetin menjawab pertanyaan-pertanyaan ditengah sibuknya kerja.Last words buat Gerilya dan Metalheads di tahun 2015 ini mas?
Kami sangat support berat atas munculnya lagi majalah Gerilya secara cetak. Sukses dan tetap solid untuk Tim Gerilya magazine. Tetap berkarya.
DROSOPHILA :
John Drosophila: Vocal
Mikhaela intan: Female vocal
Safix rosyad : Guitar
Hellarius erly : Bass
Bono : Drum

Discography
01. SPLIT ALBUM DROSOPHILA & SANTET Mahar Hutan larangan ‘ HolyFlesh Record
02. SOUND OF DARKNESS Compilasi Vol.1 Indonesia Black Metal Compilation ‘BMC Record
03. GLORY IN DARKNESS Compilasi Vol.1 World gothic/doom/black Compilation ‘POG Record
04. LEGION TIMUR Indonesia gothic/doom/black Compilation ‘Musica Records
05. Mini Album ‘Frozen Inside’ Self Realese
06. 3 single promo ‘This Is My Life’
07. Full Album ‘Blood Tears Of Mother Nation’ 2011
08. 1 Single  ‘The Fallen of Benevolence’ 2012

Info Lebih Lengkap, Booking, Merch dll :
http://www.facebook.com/pages/DROSOPHILA/75780303198
www.myspace.com/drosophila129

 

sumber: Gerilya Magazine versi cetak edisi #12 Februari 2015

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here