Catastrophe mungkin bisa disebut sebagai salah satu band yang cukup unik di tanah air, khususnya di Kota Serambi Mekkah. Band yang seluruh personelnya perempuan ini mengusung genre yang tidak biasa untuk kaum hawa  yakni grindcore.

Ketika kali pertama berdiri pada tahun 2000 di Ibukota Nanggroe Aceh Darussalam, Banda Aceh, Catastrophe digawangi Pipit (vokal), Nindy (gitar 1), Wiwik (gitar 2), alm. Rika (bass), Icut (drum). Mereka sempat menjadi juara dua dan sebagai band favorit sekaligus dalam sebuah festival perdamaian di Aceh.
Musibah tsunami yang menerpa Aceh pada 2004 membuat band kehilangan salah satu personelnya Rika, dan meredupnya dunia musik Underground di Aceh membuat band juga vakum. Hingga akhirnya bangkit lagi dengan formasi baru Nindy (gitar-vokal), Novi (bass), Icut (drum).
Dengan kondisi yang sudah berubah –saat ini para personelnya sudah memiliki keluarga–, bagaimanakah cara mereka menjaga eksistensi Catastrophe dan membagi waktu mereka untuk mengurus rumah tangga serta profesi mereka? Berikut hasil interviu Gerilya Magazine dengan Catastrophe…

Malem mbak… Minta waktunya sebentar mbak buat interviu…
Iya malem juga.. =-D
Iya boleh..

Kenalin dulu mbak kami dari Gerilya Magazine… Kalau boleh tahu personel Catastrophe ada berapa orang ya? Sudah bikin demo lagu belum? Sudah bikin berapa lagu?
Iya udh tau =-D ….. Tiga orang sekarang ini.. Sedang digarap nih… Lagu udah beberapa.. cuman sekarang lagi proses recording.

Berarti ada rencana untuk bikin album? Kira-kira berapa lagu yang dipersiapkan…
Ada, rencana udah lama.. Lagu yang dipersiapkan udah ada 10.. Yang mau dirilis sekarang untuk kompilasi. Setelah ini baru fokus ke album Catastrophe.
Berkisah tentang apa aja?
Macam-macam mas.. tentang perang, kekuasaan, politik dll =-D

Kira-kira kapan kelar untuk albumnya ini? Dan persiapannya sejauh ini seperti apa?
Kalau untuk album kita targetin tahun depan udah kelar udah rilis. Karena kendalanya (personel) kami ini beda kota. Saya kebetulan kerja di Aceh Barat, dua personel lain di Banda Aceh.

Ini kan personelnya cewek semua dan udah berkeluarga… Ada masalah enggak untuk bermain musik?
Masalahnya dalam hal apa maksudnya mas.. Kalau dalam hal bermain pastinya ada, karena kami harus lebih banyak belajar lagi, secara udah lama udah enggak pernah menyentuh alat-alat musik, udah agak kaku, karena biasa pegang panci =-D

Untuk tanggung jawab sebagai ibu rumah tangga
Ooo kalau dalam hal itu, Alhamdulillah keluarga kami sangat mendukung

Berarti udah lama vakum ya? Motong sayurnya pakai blasting ga? Heheheee…
Iya lama banget, terakhir maen even itu tahun 2001 kalo engak salah
Hahaha.. bisa aja…
Terus faktor apa nih yang bikin kepikiran untuk bermusik lagi?
Yg paling utama kami itu pengin punya karya. Minimal ada yang bisa dikenang =-D

Jadi sebelumnya masih belum sempat dokumentasikan karya?
Dulu sebelum tsunami sempat tapi belum dirilis keburu tsunami. Setelah itu ya keadaan udah gimana ya bilangnya… Setelah itu juga kami-kami ini menikah dan istilahnya kalo bahasa kami enggak ada darah lagi untuk ngeband =-D

Pada saat itu masih belum nikah? Perbedaan ngeband ketika masih belum menikah dan sudah menikah gimana? Tantangannya seperti apa?
Saat itu belum.. Kalau sebelum menikah kan kita masih bebas ya mas, tanggung jawab ya sebatas untuk diri sendiri aja dan band, kalau sekarang kan tanggung jawab ya udah harus dibagi-bagi.. Tapi gimanapun prioritas tetap keluarga.. Tantangan ya mungkin banyak yang menganggap ini ibu-ibu ngapain lagi ngeband udah tua =-D dari itu kami ingin buktikan biarpun ibu-ibu kami juga bisa…
Apalagi jenis musiknya enggak umum =-D
Iya itu dia mas =-D
Mungkin bisa jadi inspirasi buat ibu-ibu lain yang punya selera yang sama seperti kami ini =-D

Saat suami pertama tahu, gimana respons mereka? Atau mungkin suami sudah tahu sebelumnya?
Suami-suami kami dari awal kenal udah tau kami anak band mas =-P
Jadi ya sangat mendukung asal serius dan enggak macam-macam =-D

Tanggapan dari lingkungan sekitar gimana mbak, kan wilayah di Aceh sendiri kalau kita liat spertinya lebih ketat terhadap masyarakatnya?
Iya bener.. Kalau lingkungan gimana ya, kan pikiran orang beda-beda ya.. kalau ditanya ya kita jawab aja kalau kita bermusik itu yang kita tunjukkan adalah bukan dari segi diri kita secara fisik tapi skill kita..
Mengingat genre untuk ibu-ibu mungkin enggak biasa kalo grindcore =-D

Kalau keluarga dan mertua gimana mbak? Btw seluruh personel udah punya anak belum?
Mertua saya enggak tau mas =-D Kalau keluarga saya ya gimana enaknya saya aja
Udah mas.. Kami ini emang totally emak-emak =-D

Kalau udah di atas panggung gimana?
Biasa aja mas.. grogi palingan =-D Hahaha…

Influence bermusik lebih ke mana nih ya? Banyak dipengaruhi oleh band seperti apa?
Tengkorak sama Napalm Death (ND) mas.. Tapi untuk referensi sering juga denger-denger kayak Dying Fetus, Kreator, Cannibal Corpse, Sepultura, dan juga Metallica malah.

Carcass?
Ada juga mas.. Tapi lebih ke ND mas.. Sama tengkorak.. Yang lain referensi aja..

Harapan ke depannya gmn mbak? Selain bikin album
Harapan kami sama seperti band-band lain semoga karya kami bisa diterima dengan baik, dan untuk ke depan mudah-mudahan akan terus menghasilkan karya yang dinantikan oleh penikmat musik grindcore =-P dan juga menjadi inspirasi buat ibu-ibu lain yang memiliki hobi yang sama =-D
Selain itu juga harapan kami agar bermusik di Aceh ini tidak dibatasi dengan peraturan-peraturan yang mengekang kreativitas kami dan semoga pemikiran masyarakat sekitar kami juga lebih terbuka dalam menilai ibu-ibu seperti kami yang membawakan aliran grindcore…

Mantap…. Btw pernah main di luar Aceh belum?
Blm mas, belum kesampaian
Tadi udah take lagu ya?
Iya mas.. Tadi take drum.. Besok gitar

Oh iya mbak kalau boleh masing-masing profesi personel apa saja ya?
Kalau gitaris kami Ninin IRT (Ibu Rumah Tangga) dan guru karate, Novi basis PNS di kantor kecamatan, saya drumer PNS guru SMK teknologi dan rekayasa

Sebagai guru, murid-muridnya ada yang jadi penggemar juga enggak nih?
Kalo murid-murid saya enggak tahu mas gurunya ngeband.. Soalnya kan ini baru bangkit kaminya =-D

Oke mbak, terima kasih buat waktunya..
Oke mas.. Sama2 jugak mas \m/
Catastrophe c/o Cut ZP,
Jln Cut Mutia No 64B
Meulaboh Aceh Barat,
No Hp : 082168662377 email [email protected]

 

sumber: Gerilya Magazine versi cetak edisi #12 Februari 2015

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here