GERILYA MAGAZINE | VISCRAL, band death metal asal Bekasi ini terbentuk pada Mei 2007 didirikan oleh Yogi dan Eggi. Pada tahun 2015, album VISCRAL yang bertitel “Egocentric Underneath of Horror” dirilis oleh Rottrevore Records. Berikut adalah wawancara (arsip yang belum pernah dipublikasikan) antara Cece dari GERILYA MAGAZINE dan Eggi VISCRAL.

Wawancara dilakukan pada tahun 2015, dan mungkin tidak menggambarkan dengan kondisi VISCRAL saat ini, tapi tidak ada salahnya bila kita publikasikan sekarang untuk mengetahui kisah dibalik album “Egocentric Underneath of Horror” pada masa itu… ayo ah kita simak…

Halo VISCRAL terimakasih atas waktunya untuk Gerilya Magazine (GM). Dengan siapa saat ini kami berbicara ?
Halo Gerilya Magazine, gw Eggi dari Viscral

Okey selamat untuk album barunya VISCRAL. Bagaimana rasanya mempunyai rilisan fisik ? Apakah sudah puas dengan hasil ini sekarang?
Terima kasih GM atas ucapan dan antusiasnya, ini merupakan album pertama yang kami rasa menjadi titik awal dari sebuah perjalan yang dimulai sejak 2007 kami sempat mengalami dekadensi dan tertundanya planning 2012-2013 untuk debut album, alhamdulillah sudah terjawab di tahun 2015. Untuk saat ini kami puas karena target plan album ini tercapai walaupun tidak luput dari kekurangan, sulit mengukur skala puas karena kepuasan tidak ada batasnya yang jelas kami sebagai band pasti berusaha sebaik mungkin untuk saat ini dan masa yang akan datang

Bagaimana ceritanya bisa bekerjasama dengan pihak ROTTREVORE RECORDS ? Bisa diceritakan kepada para pembaca GM proses kerjasamanya ?
Awalnya sejak penggarapan dan sesi recording kami sama sekali belum terlalu memikirkan soal label? Harus kemana? Label apa? Dan bagaimana? Konsentrasi saat itu hanya tertuju selesaikan proses baru dipikirkan soal label kemudian. Waktu itu tahap recording mencapai 70% kamipun pasif tidak terlalu mem-publish pada saat proses recording berlangsung namun sejumlah label mulai berdatangan memberikan tawaran dan Rottrevore sebagai label terakhir yang menawarkan kerjasama. Rottrevore cukup sigap melalui Ferly Jasad langsung memberikan draft kerjasama, surprise ketika label ini mulai menyusun agenda berbahayanya dan merekrut Viscral untuk menjadi band yang di rilis perdana oleh All New Rottrevore Records. Sangat positif!

Sejauh ini bagaimana respon publik terhadap CD VISCRAL ini ? Dari sisi penjualan bagaimana ?
Respon publik luar biasa, sangat di luar dugaan berbagai testimoni dari dalam dan luar negeri kami terima dan semua sangat baik menyambut debut album ini. Sisi penjualan yang kami peroleh infonya langsung dari Rottrevore 1000 keping cd habis, 800 keping di bulan pertama dan sisanya habis di bulan kedua. Ini catatan yang luar biasa untuk kami di barengi geliat metalhead yang dewasa ini sangat sangat menghargai rilisan fisik terutama band lokal, ini era yang hebat ketika produktifitas band lokal bersenggama bersama loyalitas penikmat musik metal dan berbuah pembuktian “kami sangat menghargai kalian sehingga kalian senang menghargai kami bukan dari sudut nominal melainkan kebanggaan tersendiri lebih dari sekedar bersimbiosis”

Sebenarnya menurut VISCRAL kerjasama band dan label atau records yang baik itu seperti apa ? Karena bukan hal baru bagi kita ada cerita setelah album dirilis hubungan mereka jadi tidak harmonis lagi atau cerita dimana label harus menjual album band nya sendirian karena kurang dukungan dari band tersebut.
bicara soal kerjasama tentunya tidak bisa dipisahkan oleh tanggung jawab. Tanggung jawab berlaku untuk label kepada band dan band kepada label kerjasama ini dikatakan sehat ketika sebuah perjanjian yang di sepakati bersama mampu dijalankan dengan baik. Bicara label tentu yg terbesit adalah soal janji, plan kerja, pra dan pasca rilis, promo, affiliasi dan distribusi. Label yang baik mampu menjalankan semua point tersebut ketika semua sudah mampu dijalankan dengan baik maka peran band yang bersangkutan pun harus bertanggung jawab menghargai label tsb. Menurut kami band wajib menghargai dan bertanggung jawab ke labelnya karena sudah adanya deal melakukan kerjasama antara kedua belah pihak, Sering memang mendengar kabar selentingan soal ketidak harmonisan band dengan label mungkin kedua belah pihak blm mendapatkan kerjasama yang baik, win win solution adalah jalan yang paling adil. Band pun harus berusaha aktif ketika label sudah mengeluarkan segala bentuk agresinya, hargai label karena label juga sudah menghargai kita dengan maksimal. Kita tidak bisa semata-mata menang sepihak apalagi memanfaatkan kapasitas atas dasar kata realistis yang kadang hanya demi menguntungkan individu

Bagaimana pendapat VISCRAL jika ada suatu band dimana hasil dalam album fisik nya berbeda dengan hasil pada penampilan live mereka? Ada pendapat mungkin ?
Mereka yang melihat, mereka yang menyaksikan dan merasakan, mereka yang mendengar dan merekalah yang menjadi juri. Semakin kesini penikmat dan massa makin kritis dan cerdas menyaksikan band live bukan sekedar moshing, body surfing di area moshpit tapi sadarilah banyak dari mereka menyimak, tidak sedikit yang kecewa ketika mereka menilai sebuah band live tidak sebaik band ketika di cd. Persepsi dan selera orang berbeda
ada yang senang mendengarkan sound mewah ada yang senang cenderung sound raw sebenarnya ini bisa menjadikan titik concern sejauh apa band bisa bertanggung jawab atas apa yang mereka kemas dalam album, tidak selamanya band dengan kualitas yang kurang baik di album maka kurang bagus juga ketika live, bahkan sebaliknya perfect di album tetapi kurang baik di live. Porsikan saja selera serta kapasitas dari si band untuk album sehingga mampu bertanggung jawab ketika live, semaksimal apapun yang kita mau tetap ada batasnya yang bercermin kepada kemampuan band itu sendiri. Secara garis besar jangan melebihkan diluar kemampuan dan jangan mengurangi kemampuan disaat kita mampu

Apakah ada kriteria khusus untuk bisa bergabung di VISCRAL ini ? Sejauh ini bagaimana caranya membagi waktu antara band dan kegiatan lainnya, seperti keluarga, pekerjaan dan lainnya.
Harus punya kemauan keras, rajin, attitude yang baik, pandai membagi waktu. Soal pembagian waktu biasanya kita rundingkan bersama, kita lebih sering mencari solusi ketimbang mementingkan ego dari tiap individu personil. Ada yang kerja ada yang masih pendidikan ada yang berkeluarga tidak bisa kita monopoli waktunya untuk memprioritaskan band semata, tiap personil memiliki kesibukan berbeda di luar band tapi ketika solusi masalah waltu sudah terpecahkan maka wajiblah kita bertanggung jawab kepada band

Bisa disebutkan 10 album terbaik dari lokal dan manca negara versi VISCRAL ?
Lokal:
Jasad – Rebirth of Jatisunda
Burgerkill – Beyond Coma and Despair
Cadavoracity – Remnants of Chaotic Apogee
SiksaKubur – Eye Cry
Perverted Dexterity – Primitive Scene of Inhumanity
Ancaman – Agressor Insidor
Death Vomit – Flames of Hate
Reduced – Gradually Execute
Bloody Gore – Stench of Your Perversions
Trojan – Archaic Dimension

Luar:
Pyaemia – Cerebral Cereal
Disavowed – Stagnated Existance
Suffocation – Effigy of The Forgotten
Suffocation – (Self Title)
Decrepit Birth – And Time Begins
Cerebral Effusion – Impulsive Psychopathic Acts
Gorgasm – Bleeding Profusely
Defeated Sanity – Psalms of The Moribund
Dying Fetus – Destroy the Opposition
Deeds Of Flesh – Trading Pieces

Sejauh ini personil VISCRAL banyak mengkoleksi CD dari band apa saja dan biasanya membeli di mana?
Band lokal lebih dominan, band luar hanya beberapa. Biasanya kita beli di online melalui fb

Bagaimana dengan scene kota Bekasi menurut VISCRAL ? Apa harapan untuk scene Bekasi sendiri ?
Scene kota Bekasi banyak mengalami pasang surut, padahal Bekasi punya berbagai talenta band di genre yang enggak gitu-gitu aja, banyak dari mereka sedang menjalani proses penggarapan album. Scene Bekasi masih kekurangan wadah, kekurangan tempat apresiasi, serba sulit entah kenapa padahal pelaku scene masih banyak. Harapannya jangan sampai ada perpecehan, jangan ada persaingan yang di buat-buat, saling bantu satu sama lain

Pilih mana, sering manggung tapi belum ada rilisan fisik atau jarang manggung tapi punya rilisan fisik ?
Baiknya lebih mementingkan jarang manggung tapi punya rilisan fisik, tapi semua ini juga pasti merasa kurang karena kita butuh manggung bukan semata-mata hobi dan keinginan tapi kita juga butuh bersosialisasi, mengaktualisasikan band kepada yang lain, kita juga butuh membangun komunikasi yang baik, membuka hubungan antar band saat event. Semua masih berkaitan, hanya sekedar punya album juga bukan jaminan kita bakal sukses karena kita blm banyak memperkenalkan diri diluar sana.

Apa harapan VISCRAL ke depannya ? Ada cita cita yang belum diraih ?
Harapan Viscral semoga bisa tetap exist, cetak karya baru lagi untuk album selanjutnya

Terimakasih atas waktunya VISCRAL. Ada pesan untuk para pembaca GM ?
Pembuktian yang baik bukan sekedar kita menghasilkan sesuatu yang hebat melainkan kita juga harus mampu berperan menghargai orang lain siapapun orangnya, terima kasih banyak Gerilya Magazine

 

https://www.facebook.com/VISCRAL

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here