GerilyaMagazine.com – Tim Lambesis, vokalis dari band metal Amerika Serikat yang masuk dalam nominasi Grammy, As I Lay Dying, akhirnya dibebaskan dari penjara, setelah membayar jaminan sebesar USD2 juta (sekitar Rp19,6 miliar). Vokalis berusia 32 tahun itu pun dibebaskan dari penjara di San Diego pada Kamis (30/5) waktu setempat.

Sebelumnya, Lambesis didakwa merencanakan pembunuhan terhadap istrinya. Jaksa menuduh bahwa Lambesis telah menyerahkan uang sebesar USD1.000 (Rp9,8 juta) kepada petugas polisi yang menyamar sebagai pembunuh bayaran.

Hakim mengatakan bahwa Lambesis, yang menyangkal tuduhan itu, harus menjauhi istri dan anak-anaknya, dan dimonitor dengan menggunakan GPS, serta membatasi gerak-geriknya secara ketat.

Sementara, pengacara Lambesis, Thomas Warwick, mengatakan, sang vokalis telah menggunakan steroid (obat-obatan terlarang) dan itu memberikan dampak buruk terhadap pikirannya.

Lambesis terancam menghadapi hukuman hingga sembilan tahun penjara jika terbukti bersalah, dalam persidangan berikutnya, yang akan digelar pada 10 Juni. Pekan lalu, seorang hakim mengurangi jaminan dari USD3 juta menjadi USD2 juta.

Lambesis, yang ditangkap pada 7 Mei di sebuah toko di San Diego setelah pertemuan dengan seorang intel yang menyamar. Menurut jaksa Claudia Grasso, dia tercatat mengatakan tentang rencana membunuh istrinya. Operasi penangkapan itu dilakukan setelah Lambesis mengatakan kepada seorang pria di gym bahwa ia ingin istrinya dibunuh.

Grasso juga menambahkan, Lambesis diduga ingin membunuh istrinya, karena istrinya itu mempersulit dirinya untuk bertemu dengan anak-anak mereka, dan termasuk mempersulit proses perceraian mereka. “Dia secara substansial termotivasi untuk membunuh istrinya,” tegas Glasso. -BBC/blc-

ForumKeadilan.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here