GerilyaMagazine.com – Jogjakarta sejak pertengahan 90-an mulai muncul sebuah gerakan dalam bermusik, pemahaman bermusik, dan pemasaran musik secara independen tanpa ada kaitan atau hubungan dengan industri musik besar (major label). Mereka membentuk yang berdasarkan jenis musik yang mereka mainkan, yang mana disebut sebagai scene.

Musik yang mereka mainkan biasanya adalah musik yang tidak mengikuti kontrol pasar. Musik mereka bisa disebut idealis, dan kadang mengandung sebuah ideologi tertentu. Kebanyakan mereka adalah kaum anarkis dan anti kemapanan.

Hubungan antar sesama pemusik dan penikmat underground adalah kepercayaan, hal ini bisa tercapai karena mereka tidak mementingkan sebuah komersialisme dalam bermusik, mereka tidak hidup dari bermusik, tapi bekerja untuk bermusik. Sebagian besar pemusik underground di Jogja adalah mahasiswa dan juga ada yang kaum pekerja atau pengangguran.

Ini adalah sedikit tentang profil mereka dan pendokumentasian beberapa pentas mereka di tahun 2001. wbn

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here