Burgerkill

GerilyaMagazine.com – Akhirnya waktu yang ditunggu-tunggu tiba. Setelah ramai jadi bahan pembicaraan, film dokumenter We Will Bleed dari grup band metal  Burgerkill akhirnya resmi diluncurkan. Film sepanjang 90 menit ini menceritakan tentang sepak terjang band cadas asal Ujung Berung, Bandung, yang telah eksis selama 17 tahun.

Menandakan eksistensinya di industri musik independen tanah air, grup metal asal Bandung Burgerkill membuat gebrakan dengan meluncurkan sebuah film dokumentasi yang diberi judul We Will Bleed.


Film yang berdurasi lebih kurang 90 menit itu berupa kumpulan dokumentasi sejak tahun 2007 silam, pasca kematian Ivan sang vokalis saat itu.

“Memang salah satu tujuan We Will Bleed adalah untuk mengenang Ivan. Tanpa Ivan, Burgerkill nggak mungkin bisa sampai seperti sekarang. Walaupun Ivan sudah nggak ada di sini, tapi kami yakin semangatnya akan selalu ada di Burgerkill,” jelas Eben.

“Saya berpikir untuk membuat film pendek yg menceritakan pembuatan album Beyond Coma and Despaire. Ternyata disitu saya menemukan banyak kaset, terus kenapa enggak dirangkai dalam sebuah film,” terang Ebenz selaku gitaris dari grup Burgerkill saat ditemui di Pacific Place, Jakarta, Rabu(23/1/13).

Seperti halnya perjalanan BK yang cukup berliku, proses pembuatan film ini juga tidak mudah. Ebenz mengaku banyak mengalami kesulitan.

“Banyak banget kesulitannya (dalam pembuatan film) mulai dari data rusak, kena virus, hard disk rusak, dan pengerjaannya yang memakan waktu 5 tahun. Tapi dengan berbagai macam masalah akhirnya film ini jadi juga,” terangnya.

‘Burgerkill We Will Bleed The Movie’ siap beredar di pasaran dalam bentuk DVD pada 2 Februari 2013 mendatang. Bagi para Begundal, sapaan fans Burgerkill, bisa mendapatkan DVD tersebut dalam dua versi yaitu box set dan standar melalui website resmi band di www.burgerkillofficial.com. Film ini dibuat bukan dengan kamera profesional.

“Ini film pertama saya, saya bikin ini atas dasar ingin membuat sesuatu untuk jadi identitas. Semoga bisa jadi alternatif tontonan untuk industri film Indonesia,” harap Ebenz.

Adi Gembel salah satu personel Forgotten sangat mengapresiasi film ini. “Saya merinding, saya kenal banget mereka seperti apa. Ini juga semacam kado buat Ivan. Teman-teman di Ujungberung semua punya mimpi yang sama. Tidak ada yang tidak mungkin,” ungkapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here