GerilyaMagazine.com – Setelah sukses menghajar dengan Magnitude Hammersonic 2015 yang dipadati lebih dari 30 ribu pecinta musik keras dari segala penjuru, tahun ini Revision Live kembali menggelar festival musik keras internasional terbesar di Asia Tenggara. Tahun ini, Magnitude Hammersonic memasuki tahun kelima dan tentunya dengan kegigihan dan semangat yang diusung, festival ini makin tumbuh besar sejak pertama kali digelar pada tahun 2011.

Morbid Angel, Kreator, Hatebreed, Bullet For My Valentine dan Lamb of God hanyalah beberapa dari sekian banyak nama besar yang pernah berdiri di panggung Magnitude Hammersonic dari tahun ke tahun. Deretan band-band besar internasional maupun lokal merupakan suguhan utama dari festival musik keras terbesar di Asia Tenggara ini. Dengan semangat untuk menampilkan aksi panggung dan inspirasi yang berbeda dari tahun ke tahun, Magnitude Hammersonic kini sukses menjadi kebanggaan pecinta musik rock dan metal Indonesia.

Revision Live sebagai penyelenggara sekaligus promotor Magnitude Hammersonic, sudah menyiapkan pertunjukan yang pasti akan membuat para pecinta musik keras bersuka ria. Nama-nama besar yang sudah pasti akan menjadi suguhan di hari besar nanti adalah Asking Alexandria (Inggris), Angra (Brasil), Drowning Pool (Amerika Serikat), Suffocation (Amerika Serikat), Gorgoroth (Norwegia), Onslaught (Inggris), Internal Bleeding (Amerika Serikat), Obscura (Jerman), Darkest Hour (Amerika Serikat), The Northstar (Perancis), dan Leave’s Eye (Norwegia). Sedangkan dari dalam negeri, akan tampil Burgerkill, Hellcrust, Rezume dan belasan band lainnya yang berasal dari berbagai penjuru Indonesia.

Revision Live selalu menyuguhkan Magnitude Hammersonic secara maksimal tiap tahunnya. Selain memberikan deretan nama-nama besar sebagai pengisi acara, Magnitude Hammersonic juga selalu memberikan tata suara yang dahsyat dan tata lampu yang luar biasa. Ocean Ecopark Ancol akan menjadi sebuah arena yang sangat menarik untuk para pecinta musik keras ketika Magnitude Hammersonic digelar pada 17 April 2016. Ada yang beda dengan Magnitude Hammersonic tahun ini. Sebagai pemanasan, sehari sebelumnya, tepatnya tanggal 16 April 2016, untuk kali pertama akan digelar Magnitude Hammersonic Metal Convention 2016. Sebuah acara konferensi yang mengundang pelaku bisnis di dunia musik metal dari dalam dan luar negeri dari segala lini bisnis, seperti band, fans, label, merchandise, dan masih banyak lagi lainnya.

Salah satu perwakilan Revision, Krisna J. Sadrach menjelaskan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu memberikan inspirasi sukses bagi para penggiat dan pecinta musik metal. “Beberapa agenda menarik dan inspiratif sudah disiapkan salah satunya selain bagaimana membangun sebuah musik metal yang mampu diterima masyarakat, adalah Meet The Label. Ini adalah talkshow tentang bagaimana para pelaku industri musik indonesia baik label ataupun band itu sendiri untuk dapat berkembang serta diterima secara luas oleh label-label terkenal di dunia, serta pembelajaran untuk pelaku label industri agar dapat menjadi label yang sukses baik dalam perilisan, penjualan, serta pemilihan band yang akan dirilis,” jelas pria yang juga menjadi bassis dan vokalis Suckerhead tersebut.

Selain itu, akan ada juga Meet The Agency, Coaching Clinic, Extreme Moshpit Show dan masih banyak lagi agenda menarik lainnya. Petaka, Power Metal, Koil, Jasad, Revenge The Fate, Dead Vertical dan masih banyak band-band keras lainnya yang akan tampil di Ecovention, Ancol ini. Selain menjelaskan berbagai acara konferensi yang mengajak para pecinta musik metal untuk berusaha lebih besar demi menjadi yang terbaik, Krisna yang turut tergabung dalam Revision Live menuturkan bahwa semangat Hammersonic tak lepas dari Magnitude yang tahun sebelumnya telah ikut mendampingi perjalanan Hammersonic.

“Magnitude yang diusung oleh MAGNUM mendukung, menginspirasi, dan memotivasi kami serta para pecinta musik tanah air lainnya untuk terus membangkitkan semangat baja dalam diri untuk pantang menyerah dalam mencapai sukses. Inilah yang menurut saya dapat dijadikan inspirasi besar terutama bagi para musisi lokal agar dapat setara bahkan lebih baik dari musisi internasional mana pun.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here