GERILYA  MAGAZINE | Tahun 1999, 6 anak muda yang terlahir dari suatu komunitas DJAGO PUNK N SKINS / DOKAR BOOT BOYS nyatuin visi dan misi dalam musik mereka dengan membentuk band CHAOTIC SCHOOL yang lahir dari hubungan gelap punk dan grind dengan formasi awal : Dadan (scream), Dian Gentay (Growl), Ari Chs (Lead Gguitar), Windi Brey (Guitar), Eris (Bass) dan Edwin Bule (Drum). Merekapun mulai start ng-GRINDING setiap event – event musik indie lokal dan luar kota.

Debut album pertama mereka yang diberi title “Hentikan Kekerasan” yang dirilis oleh dokar Record (2000). Dan ditahun 2002 mengeluarkan full album mereka yang diberi title “Mereka yang Tertindas” yang di rillis oleh Fristwave Record Tasikmalaya. tak hanya itu mereka pun sempat ikut dalam album kompilasi di beberapa label di Indonesia. Ditahun 2005 mereka sempat vakum dari blantika extreme musik tasikmalaya dikarenakan kesibukan beberapa personil dengan kerjaan dan studi nya masing-masing.

Pertengahan 2006 forrmasi mereka saat itu menjadi : Dian Gentay (Growl), Yodi Gila (Scream), Windi Brey Lead Guitar), dan Ari Chs (Drum).

Kini mereka bangkit kembali dari ke vakuman dan mulai mencoba kembali mempertahankan eksistensinya dalam menjalani apa yang mereka yakini dan mampu mewakili apa yang hendak mereka sampaikan lewat bermusik, tapi mereka tidak menghiraukan perkembangan industri musik yang ada dan tidak merasa terganggu oleh pekanya jaman akan sebuah perubahaan selera dalam bermusik. Hanya “emosi” yang mampu merubah mereka dalam berkarya, suka atau tidak…. itulah mereka “ CHAOTIC SCHOOL !!!”. Dengan formasi 2006 mereka berhasil mengeluarkan 2 lagu baru mereka hits mereka yaitu WAKE UP dan HISAP DAN MENANG.

Bicara tentang musik , mereka biasa nya menyebutnya “NOISE CRUST GRIND TERROR“ yang penting mereka bisa menyalurin adrenaline mereka yang syarat makna kedalam beat-beat cepat / sangar dengan sound guitar dibuat kasar. Lirik yang mereka luapkan semuanya tidak lepas dari realita yang sedang terjadi disekitar mereka seperti apa yang mereka lihat, dengar, dan mereka rasakan dan ditamani sebotol alkohol menjadi sebuah inspirasi yang kemudian dituangkan kedalam notasi dan syair, singkatnya adalah exspresi kejujuran.

Lagu-lagu mereka banyak dipengaruhi oleh band-band seperti NAPALM DEATH, TERRORIZER, AGATHOCLES, DISRUPT, NASUM, NAUSEA, BRUJERIA, EXTREME NIOSE TERROR.

Pertengahan tahun 2013, mereka kembali vakum beberapa saat dikarenakan hengkangnya beberapa personil mereka. Diawal tahun 2014 mereka mendapat tenaga baru yakni kembalinya sang penggebuk drum mereka Edwin Bule “come back again” bergabung lagi dengan merubah formasi dan kami mulai menjalani rutinitas bikin materi lagu dan latihan – latihan, kami saat ini lagi mengumpulkan materi untuk progress pembuatan album kami yang ke 3.

Akhirnya formasi TRISULA berbahaya kami hingga saat ini : Dian Gentay: Vocal, Edwin Bule: Guitar & Scream, Ari Chs : Drum

Dengan formasi trisula ini kami berhasil memuntahkan 2 karya lagu berbahaya kami adalah “HIDUP TANPA KEPALA” dan “GHOST EXPLOITATION”, dengan amunisi 4 lagu terbaru kami, kami kembali menggila ng-GRIND disetiap event-event lokal maupun luar kota dan disetiap performance, kami merekrut additional player Ari Ronxycore “DISCAUSE” untuk mengisi kekosongan pada posisi bass.

 

CHAOTIC SCHOOL Band Management :
SYNTRILLIUM RECORD
Jln. Moch Hatta Blk. No,41. Tasikmalaya Jawa Barat. 46132. HP: 085317794999
BBM 28B5030A/Edwin Bule, 7D3931E3/Dian Gentay, 57FFC6E7/Ari Chs .
WA : 0813 3332 8863 / 085317794999
E-mail : [email protected]
Revebnation : CHAOTIC SCHOOL
FB : CHAOTIC SCHOOL
You Tube: CHAOTIC SCHOOL
Twitter : chaotic_school

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here