GERILYA MAGAZINE |  PASUKAN NDOG DJIN… Umur komunitas ini barulah dua tahun, namun kiprahnya di dunia musik metal, khususnya di Jakarta cukup diperhitungkan padahal mereka memulainya dari pertemuan iseng-iseng saja.

 

Samund Suryo

“NDOG DJIN itu hanya nama lelucon…  tidak punya makna apa pun… Itu juga tidak sengaja terbentuknya PASUKAN NDOG DJIN. Berawal dari cerita pribadi saya di perantauan, saya ingin mencari teman bareng untuk merapat ke acara-acara metal, dari situ saya pun mencari teman satu persatu,” cerita Samund, mengawali kisah terbentuknya PASUKAN NDOG DJIN.

Biasanya, komunitas ini berkumpul setiap malam minggu sekedar temu kangen dan ngopi bareng. Hampir setahun mereka memilih di Mesjid At Tin TMII sebagai titik kumpul namun kemudian berpindah ke kawasan Monas.

“Karena di daerah timur akses kendaraan malam gak 24 jam, kasihan yg datang jauh jauh seperti teman-teman dari Tangerang dan Jakarta Barat.  Ada yang mengusulkan buat tempat kopdar dipindah ke Monas”, ujar Samund.

Setiap pertemuan, ada pengumpulan uang kas sebesar Rp5.000 perorang. Dari uang kas ini, biasanya dipakai untuk membantu teman yang lagi sakit, korban bencana dan event.

“Alhamdulillah, dari uang 5ribu per pertemuan bisa juga kita buat acara selametan kecil kecilan HUT PASUKAN NDOG DJIN,” pungkas Samund

Nah, dalam rangka memperingati hari jadi Komunitas PASUKAN NDOG DJIN yang kedua nani,  komunitas dari PASUKAN NDOG DJIN ini akan menggelar acara ” ANNIVERSARY 2TH NDOG DJIN” pada Minggu, 17 Desember 2017 di Grand Charly VHT TMII – Jakarta Timur.

Pokoknya salut buat PASUKAN NDOG DJIN… Sukses untuk acaranya ya…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here